Bengkulu – Keterbatasan infrastruktur dasar dan akses transportasi laut menjadi perhatian masyarakat Desa Malakoni, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, dalam kegiatan reses Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M. Aspirasi tersebut disampaikan warga saat pertemuan di rumah Eeng, Kamis (15/10/2026) malam.
Warga meminta pemerintah meningkatkan pemerataan alokasi APBN untuk pembangunan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan, listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi. Ketersediaan infrastruktur tersebut dinilai penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memperbaiki akses terhadap pelayanan dasar di wilayah kepulauan.
Peningkatan transportasi laut dan fasilitas pelabuhan juga menjadi kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Akses penyeberangan yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, memperlancar distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung pemasaran hasil pertanian, perikanan, dan usaha masyarakat.
Di sektor ekonomi, warga mendorong peningkatan bantuan bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Dukungan yang dibutuhkan meliputi akses permodalan, sarana produksi, pelatihan, hingga perluasan pemasaran agar potensi ekonomi masyarakat Desa Malakoni dapat berkembang.
Masyarakat turut meminta transparansi penggunaan APBN, APBD, dan Dana Desa, terutama untuk pembangunan infrastruktur serta penyaluran bantuan. Pengawasan dan evaluasi program pemerintah juga diperlukan agar pelaksanaannya tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan manfaat anggaran dapat dirasakan langsung oleh warga.
Selain pembangunan, kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi aspirasi penting mengingat wilayah Enggano berhadapan dengan potensi gempa bumi, tsunami, gelombang tinggi, abrasi pantai, dan cuaca ekstrem. Warga membutuhkan jalur serta tempat evakuasi, sistem peringatan dini, sarana komunikasi darurat, dan peralatan penyelamatan yang dapat menjangkau kawasan pesisir.
Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Destita akan mendorong pemerintah kabupaten dan provinsi mempercepat pemenuhan infrastruktur dasar serta menyampaikan kebutuhan transportasi laut kepada instansi terkait. Aspirasi mengenai mitigasi bencana juga akan diteruskan kepada BPBD Kabupaten Bengkulu Utara, BPBD Provinsi Bengkulu, dan BNPB, termasuk kebutuhan simulasi kebencanaan, bantuan darurat, serta pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak.






