Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Konsolidasi Penolakan Mayarakat Lembak Masuknya Perkebunan Sawit PTPN IV, Ancaman Konflik Agraria Baru Di Provinsi Bengkulu

Rejang Leobong GarbetaNew.Com – Konsolidasi penolakan terhadap masuknya perkebunan PTPN IV di wilayah Lembak tidak hanya selogan saja terbukti ratusan masyarakat hadir menyatukan pendapat hari ini di Desa Suka Merindu Kecamatan Sindang Beliti Ilir Kabupaten Rejang Lebong.

Dalam konsolidasi tersebut beberapa tokoh masyarakat adat Lembak turut hadir antara lain Yurizal BA mantan anggota DPRD Rejang Lebong 4 periode, Sarkowi mantan anggota DPRD Rejang lebong, Gopar tokoh adat Lembak, Effendi SH toko Pemuda dari Binduriang bersama ratusan masyarakat adat berkumpul menyatukan pendapat menolak untuk hadirnya PTPN IV Di tanah Lembak.

Penolakan dari masyarakat buka tanpa alasan namun mereka tidak mau tanah peninggalan nenek moyang mereka yang dikelola secara turun menurun menjadi rusak karena adanya rencana perkebunan sawit oleh PTPN IV nantinya.

Yusrizal menjelaskan masyarakat Lembak sudah nyaman dengan pertanian yang ada saat ini dengan menanam kopi, durian, petai, jengkol serta bersawah menanam padi.

Masyarakat tidak mau adanya pertanian monokultur mereka teta ingin adanya pertanian agro Forestry seperti saat ini, bahkan mereka menjelaskan saat ini saja irigasi persawahan sudah banyak yang kekurangan air bagaimana jika nanti perkebunan kelapa sawit masuk dan menanam kelapa sawit dapat di pastika akan mengganggu kondisi pertanian yang ada terutama persawahan.

Di akhir acara masyarakat berkumpul menyampaikan Deklarasi penolakan serta meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Rejang Lebong untuk membatalkan rencana masuknya perkebunan kelapa sawit PTPN IV ke wilayah Lembak khusunya di 5 Kecamatan yang ada.

Dalam waktu dekat perwakilan masyarakat adat Lembak akan menyurati DPRD kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) terkait adanya rencana PTPN IV masil ke wilayah Lembak.

 

Reporter       : CND
Editor            : FAG

Share: