Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Terkait Kasus Tanjung Sari, Aktivis Bengkulu Angkat Bicara

Bengkulu Garbetanews.com – Peristiwa langka terjadi di kepolisian daerah tepatnya di provinsi Bengkulu atas lambatanya perjalanan penyelidikan oleh Polres Bengkulu Utara dalam melakukan pengusutan kasus dugaan korupsi Pengelolaan Keuangan Desa Tanjung Sari Kecamatan Ulok Kupai dan warga masyarakat mendatangi Polda melaksanakan ulang tahun ke-1.

Peristiwa langka ini seharusnya menjadi cambuk aparat kepolisian bukan tanpa alasan ulang tahun kasus tanjung sari di lakukan di Polda Bengkulu meski tidak mendapat respon yang baik dari aparat kepolisian di Polda Bengkulu.

Sejak Maret kasus tanjung sari ini di lakukan penyelidikan oleh Polres Bengkulu Utara atas laporan warga masyarakat desa tanjung sari yang mengetahui dengan jelas adanya korupsi dalam pengelolaan keuangan desa tanjung sari.

Penyelidikan kasus ini sempat mandek hingga bulan juli namun atas desakan warga yang melakukan aksi damai di kejaksaan negeri Bengkulu Utara, kantor inspektorat Bengkulu Utara bahkan di lakukan aksi damai di depan Kejaksaan agung, mabes polri kasus ini kembali berjalan namun hingga 06 april kemarin pengusutan kasus ini masih setingkat penyelidikan meski info terakhir bahwa hasil audit investigasi dari inspektorat Bengkulu Utara sudah selesai.

Banyak pihak berkomentar mengapa warga melaksanakan ulang tahun sebuah kasus di Polda Bengkulu sementara pengusutannya ada di Bengkulu Utara itu salah alamat, bahkan ada yang bilang kantor polisi bukan tempat ulang tahun mengapa tidak di pantai panjang atau di Restoran saja di laksanakan ulang tahun., itu itu tidak baik di mata publik.

Bahkan ada yang bilang melakukan ulang tahun di Polda Bengkulu itu justru merusak nama institusi Polda Bengkulu saja.

Faktanya ulang tahun kasus tanjung sari ini telah terjadi meski banyak pihak kurang sependapat atau tidak setuju namun ada juga pihak yang justru setuju dan sangat mendukung.

Ishak burmansyah sebagai aktivis sekaligus orator hampir di setiap aksi damai menyampaikan bahwa dilaksanakannya ulang tahun ke-1 kasus tanjung sari ini merupakan sebuah kekesalan warga masyarakat Tanjung Sari atas pengusutan kasus dugaan korupsi di tanjung sari yang sudah satu tahun lamanya statusnya masih tetap penyelidikan bahkan menurut Ishak dari sejak awal pengusutan kasus ini Ishak burmansyah menduga perjalanannya sangat sulit. . . . .bahkan dari awal diduga kuat polisi sudah tidak serius menangani kasus ini entah apa sebabnya. . . .!!!

Namun karena tingginya tekanan publik kasus ini tetap di usut oleh polres Bengkulu Utara meski hingga hari ini hasilnya belum juga jelas.

Disisi lain seorang aktivis dari Alpian Gunadi menyampaikan tanggapan di lakukan ulang tahun pengusutan kasus oleh warga masyarakat di kota Bengkulu ini justru menjadi cambuk bagi kepolisian karena itu merupakan protes dari warga masyarakat atas lambatnya penanganan kasus.

Di lain pihak seorang aktivis Rozi Antoni ( Toni Botol ) menjelaskan jika polisi serius melakukan pengusutan atas kasus tanjung sari tidak mungkin ada ulang tahun ini di lakukan oleh warga masyarakat. . . . .,Kapolda seharusnya bersikap atas peristiwa ini.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Perss Indonesia ( APPI Aprin Taskan Yanto yang di kenal Pokal dia sangat prihatin atas ulang tahun kasus yang di lakukan oleh warga masyarakat saat hering di Polda pada tanggal 06/04/2026 dan hal ini seharusnya kepolisian Polda Metro jaya peka atas kritikan kritikan dari masyarakat atas lambatnya pengusutan kasus dugaan korupsi di tanjung sari, sehubungan dengan sudah ramainya pemberitaan terkait adanya ulang kasus tanjung sari di Polda Bengkulu oleh masyarakat saat hering Aprin Taskan Yanto Ketua APPI berharap Propam mabes polri turun ke Bengkulu untuk merespon kejadian ulang tahun kasus di laksanakan oleh warga di Polda Bengkulu.

Lebih jauh Aprin menyampaikan kalau di lihat dari luar biasa masyarakat membantu APH melaporkan kasus tanjung sari ini ke penegak hukum bahkan masyarakat memberi bukti bukti kepada penyidik jangan sampai kedepan masyarakat timbul apatis terhadap kepolisian bahkan timbul masa bodo terhadap kejadian di negeri ini terutama di provinsi Bengkulu.

 

Reporter    : DM
Editor         : Agus

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *