Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pabrik Gerga Lebong Habiskan Dana 5,6 Milyar Tahun 2021, Jadi Sarang Hantu

Lebong Garbetanew.com – Sebuah bangunan megah yang dikenal masyarakat sebagai “Rumah Gerga” di Kabupaten Lebong kini menjadi sorotan. Proyek yang bersumber dana DAK Tahun 2021 yang menghabiskan anggaran hingga Rp5,6 miliar melalui Disperindagkop Kabupaten Lebong tersebut justru terbengkalai dan tak difungsikan sebagaimana mestinya. Alih-alih menjadi aset daerah yang produktif, bangunan ini kini dijuluki warga sebagai “sarang hantu”.

Rumah Gerga, yang awalnya direncanakan sebagai pusat promosi jeruk khas Lebong, dibangun dengan harapan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Gerga sendiri merupakan varietas jeruk unggulan daerah tersebut yang memiliki cita rasa khas dan nilai jual tinggi. Namun, harapan tersebut tampaknya belum terwujud.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan di beberapa bagian. Halaman yang ditumbuhi semak liar, cat dinding yang mulai mengelupas, serta minimnya perawatan semakin memperkuat kesan bahwa bangunan ini tidak terurus. Tidak terlihat adanya aktivitas yang menunjukkan pemanfaatan gedung tersebut.

Sejumlah warga setempat mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Mereka menilai anggaran miliaran rupiah yang telah dikeluarkan seharusnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Sayang sekali, bangunannya bagus tapi tidak digunakan. Sekarang malah jadi tempat angker menurut cerita warga,” ujar salah satu warga.

Selain dianggap terbengkalai, beredar pula cerita-cerita mistis di kalangan masyarakat sekitar. Minimnya aktivitas dan kondisi bangunan yang sepi membuat sebagian orang enggan mendekat, terutama saat malam hari. Meski belum ada bukti konkret, stigma “sarang hantu” terlanjur melekat.

Pihak terkait hingga kini belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab terbengkalainya Rumah Gerga tersebut. Beberapa pihak menduga adanya kendala pengelolaan atau kurangnya perencanaan lanjutan setelah pembangunan selesai.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk memanfaatkan kembali bangunan tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, Rumah Gerga diyakini masih memiliki potensi besar untuk menjadi ikon daerah sekaligus pusat pengembangan jeruk Gerga.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan matang dan pengawasan dalam setiap proyek pembangunan. Tanpa pengelolaan berkelanjutan, investasi besar berisiko menjadi sia-sia dan hanya menyisakan bangunan kosong tanpa manfaat

 

Reporter  : Nia
Editor       : Agus

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *