Bengkulu Utara, Garbetanews – Perang melawan hoaks tak bisa hanya mengandalkan aparat. Dibutuhkan keterlibatan semua elemen, termasuk kalangan pesantren. Inilah yang dilakukan Polda Bengkulu dengan menggandeng Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Qolam di Ketahun sebagai garda edukasi masyarakat.
Kegiatan yang digelar pada Minggu (15/3/2026) tersebut berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga malam hari, melibatkan pimpinan yayasan, pengasuh pesantren, jajaran kepolisian, serta ratusan santri.
Pimpinan Ponpes Al-Qolam, Ustaz Isdani Imron, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh informasi menyesatkan.
“Kami mendukung penuh langkah Polda Bengkulu dalam mencegah penyebaran hoaks. Santri harus dibekali pemahaman agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Isdani.
Menurutnya, pendidikan karakter dan literasi informasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan era digital saat ini.
Polisi Ingatkan Dampak Serius Hoaks
Perwakilan Ditintelkam Polda Bengkulu, IPDA Farhan Alfas, S.Kom, mengingatkan bahwa hoaks bukan sekadar informasi palsu, tetapi dapat memicu keresahan sosial hingga konflik di tengah masyarakat.
“Hoaks bisa memecah belah persatuan dan mengganggu stabilitas keamanan. Karena itu, kami terus menggandeng berbagai elemen, termasuk pesantren, untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat,” jelas Farhan.
Ia menambahkan, sinergi ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk menjaga situasi kamtibmas di Provinsi Bengkulu tetap aman dan kondusif.
Edukasi hingga Aksi Sosial
Selain penyampaian materi terkait cara mengenali dan menangkal hoaks, kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi sosial berupa pembagian takjil kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Empat Bundaran Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun.
Aksi tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat.
Dukungan Nyata untuk Pesantren
Sebagai bentuk apresiasi, jajaran Ditintelkam Polda Bengkulu juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa dukungan operasional dan kebutuhan pokok kepada Ponpes Al-Qolam.
Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya fokus pada keagamaan, tetapi juga literasi digital dan wawasan kebangsaan.
Dengan kolaborasi berkelanjutan, pesantren di Bengkulu diharapkan semakin berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.






