Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tahun 2026 Belum Berakhir, Kabupaten Lebong Catat Pelecehan seksual lampaui Batas Kewajaran

Lebong GarbetaNews.Com – Kasus pelecehan seksual di kabupaten lebong menjadi sorotan publik, di tahun 2026 banyak kasus pelecehan seksual terjadi, baik yang dilaporkan secara resmi ke aparat penegak hukum serta terpaksa dinikahkan di bawah umur.

Data dihimpun awak media, kasus pelecehan seksual periode januari hingga september 2026 terdapat 18 Kasus yang dilaporkan ke aparat penegak hukum, dan 35 kasus yang berujung pada pernikahan yang bertentangan dengan undang undang nomor 16 tahun 2019 tentang batas usia pernikahan.

Banyaknya kasus pelecehan seksual ini merupakan catatan buruk untuk kabupaten lebong yang memiliki jumlah penduduk 114.774 jiwa (suber data direktorat kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) kementerian dalam Negeri Data terakhir 2024/2025), dari total jumah penduduk dapat dikelompokkan dari  anak anak berjumlah 26.035 jiwa , Usia produktif 75.306 Jiwa dan Lansia 13.433 Jiwa.

Banyaknya kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di kabupaten lebong di tahun 2026 ini menjadi sorotan dan perhatian bagi masyarakat, dimanan sorotan dari salah satu aktivis yang tergabung dalam forum aktivis bengkulu bersatu (FABB) asal kabupate lebong yaitu saudara Dedi Mulyadi, diwawancarai awak media untk mengomentari terkait maraknya kasus pelecehan seksual pada anak menyampaikan ” saya sebagai putra daerah atau yang dilahirkan di kabupaten lebong sangat prihatin terkait maraknya kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi di lebong, untuk tahun ini sangat memprihatinkan, saya berharap pemerintah kabupaten lebong melalui dinas terkait harus fokus terkait permasalahan ini, Paparnya

selain itu juga di jelaskan ” pada kesempatan ini saya mengajak seluruh orang tua anak anak untuk lebih intensif mengawasi pergaulan anak anaknya serta meminta kepada seluruh OPD terkait di jajaran Pemerintah kabupaten lebong dan aparat penegak hukum untuk menyikapi permasalahan ini dengan serius, kita harus meningkatkan upaya pencegahan agar kasus pelecehan seksual pada anak ini tidak terjadi lagi di tahun kedepan, karena saya menilai bukanlah prestasi ketika mengungkap banyak kasus pelecehan seksual pada anak tetapi prestasinya dinilai baik bagaimana kasus ini tidak terjadi lagi di kabupaten lebong.

Terkait kasus pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Lebong, awak Media mengkonfirmasi langsung kepada kepala dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( DP3APPKB )  kabupaten Lebong bapak Eropa, SKM, ME melalui telpon celuler menyampaikan  ” Tekait maraknya kasus pelecehan seksual di kabupaten lebong bahwa pemerintah kabupaten lebong dalam hal ini Bapak bupati dan wakil Bupati Lebong, Sekretaris Daerah, komisi II DPRD Kabupaten Lebong serta OPD Terkait berkomitmen dengan serius dalam upaya penanganan dan pencegahan terhadap kasus pelecehan seksual terkhusus pada anak yang saat ini terjadi, berbagai upaya kita lakukan diantaranya saat ini kita melakukan pendampingan anak anak yang tertipa kasus tersubut, serta kita lagi menyusun upaya pencegahan agar kasus ini tidak terulang kembali kedepannya ” , Jelasnya

dijelakan juga oleh kepala dinas DP3APPKB, ” kami pemerintah kabupaten lebong dalam upaya pencegahan pelecehan seksual pada anak, menghimbau juga  kepada orang tua anak untuk berperan aktif dalam pengawasan teerhadap pergaulan anak dari sisi internal keluarga, dan serta berharap peran aktif seluruh masyarakat untuk ikut serta mengawasi dan melaporkan kepada dinas DP3APPKB jika melihat adanya kejadian , kami dari pemerintah kabupaten melalui dinas terkait terus berupaya dan lakukan sosialisasi terkait  bahaya dan dampak ketika terjadinya pelecehan seksual sebagai pembelajaran bagi anak anak dan orang tua agar kasus kasus pelecehan seksual dan terkhusus pada anak tidak terulang kembali, Pungkasnya

Peran penting orang tua sangat dibutuhkan dalam pencegahan terjadinya tindakan pelecehan seksual pada anak, sesibuk apapun sebagai orang tua wajib tau dan mengawasi pergaulan anak anaknya untuk menghindari hal buruk yang terjadi pada anak.

 

Reporter    : CND
Editor         : DM

 

Share: