Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Destita Tampung Aspirasi Siswa dan Guru di Reses SMAN 3 Kota Bengkulu

BENGKULU – Anggota DPD RI/MPR RI asal Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menyerap aspirasi siswa dan dewan guru SMAN 3 Kota Bengkulu dalam agenda reses, Kamis (23/7/2026). Sejumlah persoalan yang dibahas meliputi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), status guru PPPK, SPMB, hingga inovasi sosial di lingkungan sekolah.

Dari kalangan siswa, salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan keberlanjutan program MBG. Mereka berharap makanan yang diberikan tetap memperhatikan kandungan gizi, kecukupan porsi, kebersihan, kualitas menu, serta ketepatan waktu distribusi.

Siswa juga mengharapkan adanya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan MBG. Evaluasi diperlukan untuk memastikan makanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi peserta didik.

Sementara itu, dewan guru menyampaikan persoalan mengenai kepastian status dan perlindungan tenaga PPPK. Guru meminta agar setiap kebijakan terkait pemberhentian maupun perubahan status dilakukan secara transparan, objektif, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penataan tenaga PPPK juga diharapkan mempertimbangkan kebutuhan guru di masing-masing sekolah. Kepastian status tenaga pendidik dinilai penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Persoalan penerimaan murid melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) turut menjadi perhatian. Aspirasi yang disampaikan yakni agar proses penerimaan berlangsung transparan, objektif dan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh calon murid dengan mempertimbangkan daya tampung serta kondisi masing-masing sekolah.

Selain persoalan kebijakan pendidikan, siswa dan guru memperkenalkan inovasi Lemari Peduli yang menjadi wadah solidaritas di lingkungan sekolah. Program tersebut diharapkan terus dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan budaya gotong royong.

Destita mendorong agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada pertemuan reses, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait. Khusus untuk Lemari Peduli, praktik baik tersebut dinilai dapat dikembangkan dan menjadi contoh bagi sekolah lain.

Untuk tingkat kota, pemerintah didorong memperkuat pengawasan MBG, memfasilitasi penyelesaian persoalan guru PPPK, serta mengevaluasi pelaksanaan SPMB agar sesuai dengan daya tampung dan kondisi sekolah. Pemerintah juga diharapkan mendukung keberlanjutan program Lemari Peduli sebagai inovasi pendidikan berbasis kepedulian sosial.

Di tingkat provinsi, diperlukan koordinasi terkait pelaksanaan MBG, pemerataan tenaga pendidik, serta penyelesaian persoalan PPPK. Pemerintah Provinsi Bengkulu juga didorong mengevaluasi pelaksanaan SPMB dan mendorong Lemari Peduli menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di sekolah lain.

Sementara di tingkat pusat, aspirasi yang dibawa mencakup peningkatan kualitas dan keberlanjutan MBG, kepastian serta perlindungan bagi guru PPPK, dan evaluasi kebijakan SPMB. Pemerintah pusat juga diharapkan memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi pendidikan yang mendorong penguatan karakter dan kepedulian sosial siswa.

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 hingga 16.30 WIB tersebut menjadi bagian dari agenda reses Destita di daerah pemilihan Bengkulu pada 15 Juli hingga 3 Agustus 2026. Aspirasi dari siswa dan guru SMAN 3 Kota Bengkulu selanjutnya menjadi bahan bagi Destita untuk diperjuangkan melalui kewenangannya sebagai anggota DPD RI.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *