Bengkulu GarbetaNews,com – menjadi sorotan publik, setelah aksi damai dilakukan aktivis didepan kejati Bengkulu 13.04/2026 lalu terkait dugaan korupsi terkait pembangunan kontruksi pengaman badan jalan pada ruas jalan Air Dingin – Muara Aman pada STA 33+000 di kelurahan Rimbo Pengadang dan STA 39+000 di Desa Talang Ratu kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten lebong yang telah menghabiskan anggaran belasan milyar yang bersumber anggaran hibah pemerintah pusat pada satker badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu.
sorotan datang dari masyarakat lebong, yang juga sebagai tokoh masyarakat dan aktivis senior saudara abdul kadir yang sering disapa kadeng, diwawancarai awak media terkait pembangunan kontruksi pengaman badan jalan diwilayah kecamatan rimbo pengadang menjelaskan, saya selaku masyarakat rimbo pengadang berikan apresiasi pada adek adek aktivis yang telah menyuarakan terkait pembangunan oleh BPBD Provinsi bengkulu di kabupaten lebong, kami dukung pembangunan di kabupaten lebong yang telah dilakukan tetapi kami kecewa hasil kerja dari kontarktor pelaksana, seolah lemah pengawasan sehingga pekerjaan terkesan asal jadi, dan kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas, kami lebong bukan lubung tempat korupsi pejabat dan para kontraktor, jelasnya dengan tegas
diwawancarai awak media juga salah satu warga desa yang namanya tak mau disebutkan, menyampaiakan bahwa kami masyarakat merasa kecewa, bangunan yang dibuat dengan menghabiskan uang milyaran sekan akan dibuat asal jadi dan saat ini belum lama selesai bangunan sudah ada yang rusak, silahkan lihat sendiri kondisi dilapangan, dan juga hasil kerja seakan di buat oleh pekerja yang tidak paham bangunan, jelanya
terkait dengan pembangunan kontruksi pengaman badan jalan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu, awak media mencoba mengkonfirmasi dengan pihak PPK satker BPBD Provinsi bengkulu, hingga berita ini diterbitkan belum bisa di hubungi.
Reporter : CND
Editor : Agus






