Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dugaan “Permainan” Pergantian DANRU PT ALNO: Aturan Terabaikan, Moral Security Terancam

BENGKULU UTARA  GarbetaNews.Com – Suasana di PT ALNO Semindo Estate, yang berlokasi di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, dikabarkan tengah diselimuti ketidakpuasan dan pertanyaan serius dari para anggota security. Isu hangat yang beredar adalah dugaan kejanggalan dalam proses pergantian Komandan Regu (DANRU) keamanan, yang berpotensi mengabaikan aturan internal perusahaan dan menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan personel lama.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatiran bahwa posisi DANRU yang baru saja dijabat oleh “orang luar” perusahaan, yang sebelumnya tidak memiliki rekam jejak sebagai anggota security di PT ALNO, bukanlah sebuah penunjukan yang transparan. Lebih mencuat lagi, dugaan adanya hubungan kedekatan antara DANRU baru tersebut dengan pihak manajerial perusahaan menjadi sorotan utama.

“Aturan mainnya kan jelas, untuk jadi DANRU itu harus dari security yang sudah berpengalaman di sini. Tapi sekarang, kok malah orang luar yang diangkat? Ini bikin kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi, yang sudah sekolah dan latihan, jadi merasa sia-sia,” ujar salah seorang anggota security yang telah bekerja selama bertahun-tahun di PT ALNO.

Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Para security lama merasa jenjang karir mereka terhambat. Bertahun-tahun mengabdi, mengikuti berbagai pelatihan, dan menunjukkan dedikasi, kini seolah pupus harapan untuk bisa naik jabatan. Mereka khawatir, dengan adanya DANRU yang berasal dari luar dan diduga memiliki kedekatan dengan manajer, kesempatan untuk promosi bagi personel internal akan tertutup rapat. “Kami ini seperti tidak dianggap. Pendidikan dan pengalaman kami bertahun-tahun seolah tidak bernilai jika jabatan penting seperti DANRU bisa diberikan begitu saja kepada orang yang tidak melalui proses yang semestinya,” tambahnya dengan nada prihatin.

Munculnya spekulasi mengenai adanya “permainan” atau praktik nepotisme dalam penunjukan DANRU baru ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar. Apakah ada praktik transaksional di balik layar? Mengapa aturan yang seharusnya menjadi pedoman justru terkesan diabaikan? Hal ini tidak hanya berdampak pada moral dan motivasi para security lama, tetapi juga berpotensi menimbulkan celah dalam sistem keamanan perusahaan jika kepemimpinan yang baru tidak didasari oleh pemahaman mendalam mengenai operasional dan personel di lapangan.

Keberadaan DANRU baru yang diduga tidak melalui proses seleksi internal yang adil, ditambah lagi dengan isu kedekatan personal dengan manajer, menjadi PR besar bagi PT ALNO Semindo Estate. Perusahaan diharapkan segera memberikan klarifikasi yang transparan kepada seluruh anggota security, serta meninjau kembali proses penunjukan tersebut demi menjaga profesionalisme, keadilan, dan integritas dalam struktur keamanan perusahaan.

 

Reporter   : IRW
Editor       : DM

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *