Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Garbeta : Bengkulu Dalam Ancaman Bencana Ekologis, APH diminta Tegas Bagi Pengrusak Alam

Bengkulu Garbetanews.com – Pasca Bencana  banjir bandang yang menimpa wilayah provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera barat, menyisahkan duka bagi masyarakat dan menyodot anggaran triliunan rupiah uang negara untuk memulihkan akibat dari bencana tersebut, peran pemerintah daerah sangatlah penting untuk melakukan pencegahan terjadinya bencana diantaranya pemerintah daerah harus lebih hati hati dalam memberikan rekomendasi maupun perizinan usaha di bidang pertambangan dan perkebunan agar alam selalu terjaga dan bersahabat dengan penghuninya (Masyarakat).

Setelah Sumatera Barat, Sumatera Utara dan aceh di landa bencana, kemungkinan wilayah provinsi lainnya akan juga terjadi, sebagaimana juga di provinsi Bengkulu, mengingat banyak pertambangan batu bara dan perkebunan sawit di provinsi bengkulu yang sudah merusak alam, diantaranya pembuangan limbah, merambah kawasan di jadikan perkebunan sawit, pertambangan batu bara yang tidak melakukan reklamasi pada lahan yang telah di gali, merusak aliran sungai sehingga akan berimbas bencana baik banjir maupun kekeringan.

Ketua Umum Garbeta Dedi Mulyadi, aktivis penggiat lingkungan menyoroti terkait rusaknya hutan dari kegiatan para koorporasi perkebunan sawit serta pertambangan batu bara di provinsi bengkulu yang akan beribas terjadinya bencana ekologis di provinsi bengkulu.

Bencana Ekologis adalah Kerusakan pada ekosistem dan lingkungan hidup, yang utamanya dipicu oleh aktivitas manusia (Orang Perorangan Maupun Koorporasi/Perusahaan) seperti deforestasi, eksploitasi alam, dan pencemaran industri. inilah yang harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam mengeluarkan kebijakan, rekomendasi untuk perizinan berusaha dan kepada aparat penegak hukum untuk lebih tegas terkait dengan pelanggar kerusakan lingkungan.

sebagai Masyarakat bengkulu kita harus menjaga alam, kita bisa hidup di alam, dengan kita menjaganya sehingga kita akan selamat dari segala ancamannya.

Reporter       : DM
Editor            : Agus

 

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *